Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya rumah ibadah itu disebut sebagai tempat suci dan bisa juga disebut sebagai rumah tuhan bagi setiap umat yang beragama.

Berbeda dengan negara Kolombia yang baru-baru ini diberitakan telah membangun rumah ibadah khusus untuk pemuja iblis Lucifer yang bernama Luciferian Seeds of Light Temple.

Meskipun sudah diakui legal secara hukum oleh pemerintah Kolombia,  tetapi masih tetap dalam pengawasan oleh pihak berwenang yang berlokasi di Quindio, Montenegro, Kolombia.

Namun di dalam kuil tersebut didapatkan ada hal yang dilarang secara Undang – Undang Nasional Kolombia yaitu salib terbalik yang disebut sebagai simbol dari satanisme.

Tetapi sosok dibalik bangunan kuil Lucifer, Victor Damian Razo sangat bersikeras bahwa yang dilakukannya bukan praktik satanisme.  Ia pun menyebutkan Lucifer bukanlah setan atau iblis tapi merupakan malaikat yang dikeluarkan dari surga.

Dalam wawancaranya Rozo pun menjelaskan bahwa dirinya telah menghabiskan dana sekitar $200.000 atau setara dengan Rp 2,6 miliar, yang mana uang tersebut didapatkannya dari hasil sumbangan di seluruh dunia.

Dia juga mengatakan bahwa menyembah Lucifer tersebut memang bentuk dari pemberontakan, “Hal itu bisa dikatakan memang bentuk pemberontakan, tapi kita juga memiliki hak kebebasan untuk menemukan kebenaran” katanya.

Dari berita yang didapatkan bahwa ajaran Damian Rozo menjanjikan kekayaan dan seks bagi para pengikut setianya. “Kita adalah pecinta seks dan nafsu. Ketika bicara hal tersebut, kita melakukannya dalam bentuk kebebasan untuk memilih yang baik ataupun buruk. Dalam batasan undang-undang dan menghormati orang lain,” jelasnya.

Terlepas dari itu semua, ada juga kabar bahwa aktivitas yang dilakukan oleh Rozo diduga hanya bentuk dari tipuan dan tidak benar – benar menjalankan kepercayaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here